5 Cara Membujuk Anak Supaya Berani Sunat Tanpa Diiming-imingi Hadiah Mahal
5 Cara Membujuk Anak Supaya Berani Sunat Tanpa Diiming-imingi Hadiah Mahal
Selasa, 20 Januari 2026 10:21 WIB | 49 views

Halo Ayah Bunda!

Salah satu drama terbesar saat anak laki-laki memasuki usia SD adalah Drama Sunat.

Ada anak yang berani minta sendiri, tapi tidak sedikit juga yang lari terbirit-birit begitu mendengar kata "dokter sunat". Alhasil, banyak orang tua yang mengambil jalan pintas dengan menjanjikan hadiah mahal.

"Nanti kalau mau sunat, Ayah belikan HP baru," atau "Bunda belikan PS5 deh!"

Cara ini mungkin ampuh sesaat, tapi secara psikologis mengajarkan anak untuk bersikap transaksional (melakukan sesuatu hanya demi imbalan). Padahal, sunat adalah tentang kesehatan, kewajiban agama, dan fase menuju kedewasaan.

Lalu, bagaimana cara membangun mental "Jagoan" pada si Kecil tanpa harus bikin dompet Ayah Bunda jebol? Simak 5 tips berikut ini:

1. Jujur, Jangan Bilang "Rasanya Kayak Digigit Semut"

Ini kesalahan klasik. Jangan membohongi anak dengan bilang tidak sakit sama sekali. Jika ternyata sakit, anak akan merasa dikhianati dan trauma.

Katakanlah dengan jujur tapi membesarkan hati. Contoh kalimatnya:

"Sakit sedikit kok, Bang. Kayak kalau Abang jatuh pas main bola, perih sebentar terus sembuh. Setelah itu Abang jadi lebih sehat dan bersih."

Kejujuran akan membuat anak lebih siap secara mental daripada janji manis yang palsu.

2. Gunakan Konsep "Level Up" atau "Superhero"

Anak laki-laki biasanya suka dengan konsep pahlawan atau game. Tanamkan pola pikir bahwa sunat adalah gerbang menuju level selanjutnya.

Ceritakan bahwa tokoh-tokoh idola mereka (atau Ayahnya sendiri) juga sudah disunat. Katakan bahwa dengan sunat, mereka resmi "lulus" jadi anak kecil dan berubah menjadi remaja laki-laki yang tangguh. Validasi perasaan mereka bahwa berani menghadapi rasa takut adalah ciri-ciri jagoan sejati.

3. Ajak Diskusi Soal Metode Sunat Modern

Ketakutan anak seringkali berasal dari bayangan sunat zaman dulu yang menyeramkan (gunting, jarum suntik, perban).

Ajak anak nonton video edukasi (kartun) atau jelaskan bahwa teknologi sekarang sudah canggih. Ada metode klamp, laser, atau stapler yang prosesnya cepat dan minim darah. Pengetahuan akan membunuh ketakutan. Jika mereka tahu prosesnya aman, kecemasannya akan berkurang drastis.

4. Libatkan Anak dalam Persiapan Acara

Alih-alih fokus pada rasa sakitnya, alihkan perhatian anak pada keseruan acaranya. Berikan mereka kendali untuk mengambil keputusan-keputusan kecil.

Misalnya:

  • "Nanti Abang mau tasyakurannya pakai menu ayam bakar atau sate?"

  • "Coba Abang pilih desain undangan digitalnya di khitanan.id, mau yang tema superhero atau tema kartun?"

Dengan dilibatkan, anak akan merasa memiliki acara tersebut (sense of ownership) dan merasa menjadi "bintang utama" yang harus tampil berani.

5. Hadiahkan "Pengalaman", Bukan "Barang"

Jika Ayah Bunda tetap ingin memberi reward, cobalah ganti barang mahal dengan waktu berkualitas.

Tawarkan hal yang menyentuh emosinya, misalnya:

  • "Nanti pas masa penyembuhan 3 hari di rumah, Ayah bakal cuti kerja biar kita bisa main game bareng sepuasnya."

  • "Kalau udah sembuh, kita pergi camping berdua ya!"

Hadiah berupa kehadiran orang tua seringkali lebih memotivasi anak daripada mainan yang dalam seminggu mungkin sudah bosan dimainkan.

Membujuk anak sunat memang butuh kesabaran ekstra. Kuncinya adalah komunikasi dan memvalidasi perasaan takut mereka, bukan menutupinya dengan sogokan materi.

Jadikan momen khitanan ini sebagai kenangan manis di mana si Kecil merasa bangga telah berhasil menaklukkan rasa takutnya sendiri.

Si Kecil sudah siap sunat? Yuk, persiapkan kabar bahagianya! Buat undangan khitanan digital yang keren, praktis, dan sesuai selera anak hanya di khitanan.id.

Buat Undangan Khitan Sekarang 



Berikan Komentar Via Facebook