Penyebab Batuk Anak yang Tak Kunjung Sembuh
Penyebab Batuk Anak yang Tak Kunjung Sembuh
Selasa, 02 Mei 2023 12:40 WIB | 875 views

Batuk dan pilek adalah keluhan umum yang sering dialami oleh anak-anak. Sebagai orang tua, kadang kita tak terlalu memusingkannya, karena keluhan tersebut biasanya akan mereda dengan sendirimya. Lain halnya jika disertai sesak dan demam yang membuat anak kehilangan nafsu makan, biasanya butuh penanganan intensif dari dokter.

Pada beberapa anak, keluhan batuk dan pilek seakan tak berkesudahan. Sembuh 1 pekan, lalu serangan batuk dan pilek kembali muncul, padahal sudah diperiksa dan mendapat penanganan dokter.

Rupanya hal ini bisa dipicu dari asupannya sehari-hari dan kondisi lingkungan. Dokter Piprim Basarah, spesialis anak, dalam Instagram @drhendriandreas memberi penjelasan.

"Kalau batuk berulang kali, ini kan kita bisa lihat kemungkinan besarnya dua nih dari lingkungan atau dari makanan. Katakanlah pola makan yang terus menerus merangsang terjadinya inflamasi itu kemudian akan makin menjadi," kata dr. Piprim.

Perhatikan dengan benar asupan harian anak. Jangan sampai anak mengonsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi dan junk food yang termasuk ultra processed food. Asupan tersebut akan membuat peradangan dalam tubuhnya tak kunjung mereda. Justru malah akan memperparah, sehingga keluhan batuk pilek terus berulang.

“Sekarang ini anak-anak kita itu dikuasai betul oleh junk food ultra processed food high sugary food. Cobalah kalau kita masuk ke minimarket itu, dari awal sampai akhir itu soft drinknya ada lebih dari 100 macam ya. Sebenarnya itu mengandung high fructose corn syrup, gula fruktosa yang kalau terus menerus dikonsumsi itu bisa menyebabkan banyak masalah misalnya perlemakan hati, darah tinggi," ungkap dr. Piprim.

Menurut dr. Piprim, konsumsi asupan tinggi gula dan processed food/junk food membuat inflamasi pada tubuh anak jadi tak terkendali. Mereka pun jadi sangat mudah sakit serta mengalami keluhan batuk pilek.

“Orang tuanya bilang kok gak kelar-kelar penyakitnya, ya minum obat berapa pun kalau kemudian faktor inflamasinya tidak dikendalikan ini juga akan sulit untuk diperbaiki," ungkapnya.

Untuk itu, pastikan mengonsumsi makanan yang berasal dari bahan mentah asli, bukan yang melalui proses pabrikan. Seperti sayur, buah, ikan, telur, yang dimasak langsung di rumah. Begitu juga minuman, lebih baik berikan jus dari buah asli daripada jus kemasan yang sebenarnya tinggi gula.


Kondisi Batuk Pada Bayi yang Bisa Jadi Tanda Bahaya

Batuk merupakan respons alami tubuh ketika sistem saluran napas mengalami gangguan. Saat batuk, lendir atau penyebab iritasi bisa keluar dari paru-paru. Bagi orang dewasa, saat mengalami batuk mungkin bisa langsung mencari cara meredekannya.

Pada bayi tentunya hal itu tak bisa dilakukan. Batuk termasuk keluhan umum yang terjadi pada bayi. Penyebabnya sangat beragam, tetapi dikutip dari KlikDokter, sebagian besar diakibatkan oleh infeksi virus ringan dan dapat sembuh sendiri.

Kendati demikian, ada pula beberapa gejala batuk bayi yang harus diwaspadai dan perlu segera diobati. Jika terlambat, keadaan tersebut berpotensi menyebabkan kondisi yang fatal pada si kecil. Berikut ini adalah beberapa gejala batuk bayi yang mesti diwaspadai dan segera diobati:

1. Batuk dengan Suara Serak (Barking Cough)

Batuk dengan suara serak seperti menggonggong merupakan gejala penyakit croup. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan, termasuk pita suara. Jika tidak ditangani dapat menyebabkan sumbatan jalan napas, karena peradangan yang menutup pita suara. Untuk itu, gejala batuk bayi dengan suara serak seperti menggonggong harus segera ditangani oleh dokter.

2. Batuk Rejan

Batuk rejan disebabkan oleh infeksi kuman pertusis. Batuk jenis ini memiliki spektrum yang luas, dari mulai gejala ringan hingga berat yang berpotensi fatal. 

Pada gejala berat, bayi dapat batuk hebat hingga muntah dan sulit bernapas. Ini membuat tubuhnya berwarna kebiruan karena kekurangan oksigen. Suara khas batuk rejan adalah whooping chough, yaitu batuk yang dijeda oleh suara menarik napas berat. Jika ini terjadi, segera bawa si kecil ke dokter.

3. Batuk Disertai Sesak Napas

Batuk yang disertai sesak napas merupakan gejala pneumonia, serangan asma, atau brokiolitis pada bayi. Pada pneumonia, batuk disertai dengan gejala demam dan sesak napas. Ini harus segera ditangani oleh tim medis, karena pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian anak yang paling sering.

Pada serangan asma, batuk biasanya disertai sesak dan napas berbunyi ngik-ngik (mengi). Serangan asma juga harus segera ditangani dokter karena berpotensi fatal jika dibiarkan.

4. Batuk Disertai Badan Lemas pada Bayi

Gejala batuk bayi yang disertai dengan badan lemas bisa menjadi gejala dehidrasi. Kondisi ini terjadi karena batuk membuat anak kesulitan makan dan minum, sehingga kebutuhan gizi dan cairan tubuh tidak terpenuhi.

Dehidrasi pada bayi harus segera diatasi dengan cara yang tepat. Jika diabaikan dan dibiarkan berkelanjutan tanpa pengobatan, dehidrasi pada bayi dapat menyebabkan syok dan mengancam nyawa si kecil.


Nah, itulah dia beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebagai orang tua mengenai batuk anak yang tak kunjung sembuh. Semoga informasi yang diberikan di atas bermanfaat.



Berikan Komentar Via Facebook